Kesuksesan orang lain diraih bukan dari malas dan berlaha-leha, namu dengan keringat tekat dan kerja keras.. dedi gunawan dan sundari gunawan
Jumat, 04 Januari 2013
kelompok nelayan UJUNGGEBANG
“Dana sudah kami terima dan kami langsung memanfaatkan untuk masing-masing anggota kelompok sebagaimana kesepakatan pengajuan semula.” Hal demikian disampaikan ajid, Ketua Kelompok Nelayan Mina Lestari kepada www.dedigunawan_g@com, Senin (31/12).
Menurut ajid, bantuan tersebut ditujukan untuk nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan. Dimana kelompok nelayan Mina Lestari dinilai pengelolaan usahanya baik.
“Sebab usaha dilakukan bersama-sama untuk saling menguntungkan, akan mendorong pemerintah untuk mudah memetakan kebutuhan dan dilemma para nelayan pesisir,” ungkapnya.
Sekretaris Mina Lestari sarip menjelaskan bahwa kelompok nelayan mereka sudah berjalan cukup lama. Mereka selalu menjalin hubungan baik dengan dinas terkait setempat, “Untuk saat ini, nelayan yang berhimpun dalam kelompok sebanyak 26 orang dari berbagai usia. Mereka mengandalkan kehidupannya sebagai nelayan. Kondisi cuaca dan kelengkapan alat tangkap yang tidak memadai, membuat kesejahteraan mereka sulit terangkat. Bantuan ini sangat bermanfaat mengatasinya.”
Dengan adanya bantuan dana usaha ini menurut Sarip, “Diharapkan anggota dapat meningkatkan hasil tangkap mereka dari sebelumnya. Otomatis jika hasil tangkap mereka memuaskan, tentu dengan sendirinya kesejahteraan mereka akan membaik. Begitu pula kelompok akan dapat lebih ditingkatkan usahanya dalam pengelolaannya ke depan.”
Bantuan dana 100 juta tersebut tidak diberikan tunai kepada masing-masing anggota. Akan tetapi pengurus kelompok akan memberikan dalam bentuk alat tangkap. Pemberian sesuai dengan pengajuan anggota sendiri sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan dan menjadi kendala dalam melakukan penangkapan mereka selama ini. Misalnya body biduak, mesin, jaring dan alat kotak pendingin ikan.
“Ketika dana kami terima, langsung kami belikan kepada alat tangkap. Karena spesifikasi yang dibutuhkan tak bisa didapat di pasaran, kami sampai sekarang masih menanti pesanan. Tetapi boleh dikatakan sudah 80 persen kini terealisasikan,” ujar Sarip menjawab pelaksanaan kucuran dana.
Baik Ajid dan Sarip mengatakan proses hingga diterima bantuan ini lebih kurang memakan waktu 6 bulan. Mereka mengharapkan, jika pengelolaan kelompok bisa berjalan dengan baik, akan memudahkan pemerintah daerah, baik kota maupun propinsi, termasuk pemerintah pusat, dalam memetakan masyarakat nelayan pesisir, dalam mengangkat perekonomian nelayan.
“Untuk Kecamatan Sukra Desa Ujunggebang blok Tanjungpura, banyak kelompok nelayan selain Mina Lestari Tapi ternyata hanya kami lah yang terpilih menerima bantuan dari 4 paket bantuan dari pusat untuk nelayan Kota Ujunggebang,” Ajid.
Kamis, 09 Juni 2011
Daftar Nama Pemenang
Daftar Nama Pemenang
| NAMA PEMENANG | DAERAH PEMENANG | JENIS HADIAH | No.Hoky |
| ZULKIFLI.S | BOGOR | Uang Tunai | 97xxx |
| PARJO | SOLO | Uang Tunai | 21xxx |
| SURYANENGSIH | JAKARTA | Uang Tunai | 43xxx |
| I KETUT YOGA | DENPASAR - BALI | Uang Tunai | 25xxx |
| HASANUDDIN | MAKASSAR | Motor | 79xxx |
| MILA SARI | BATAM | Motor | 90xxx |
| YOHANES | BATAM | Motor | 32xxx |
| FIRDAUS | BANDUNG | Motor | 62xxx |
| PRAITNO | BANDUNG | Motor | 19xxx |
| PURWAJI | PURWOKERTO | Motor | 74xxx |
| SHELVIA | PURWOKERTO | Motor | 31xxx |
| SUSANTI | DEPOK | Handphone | 59xxx |
| TITIN SUDIARTI | DEPOK | Handphone | 61xxx |
| TRI SUSILAWATI | TANGERANG | Handphone | 83xxx |
| ANTON JAYA | TANGERANG | Handphone | 30xxx |
| TEGUH | BEKASI | Handphone | 51xxx |
| IIS SUKARZIH | CIKARANG - BEKASI | MOBIL(hadiah utama) | 11xxUBS |
Gapura Desa UJUNGGEBANG
Gapura perbatasan Desa,Ujunggebang dengan Desa,Tegal Taman kecamatan Sukra akan segera dibangun kembali. Dalam rancangannya gapura tersebut akan memiliki arsitektur khas Pesisir Ujunggebang sehingga juga berfungsi sebagai etalase daerah.
Kuwu Ujunggebang H. Daim, Rabu (4/6) menyatakan pembangunan gapura di daerah perbatasan selain berfungsi sebagai penunjuk batas wilayah juga berfungsi sebagai ajang promosi daerah.
" Dengan rancangan yang arsitekturnya menunjukkan karakteristik daerah, gapura juga bisa berfungsi sebagai ajang promosi bagi orang luar daerah yang melintas wilayah Ujunggebang," katanya.
H.Daim mejelaskan pembangunan gapura juga direncanakan akan diikuti dengan pembangunan tempat peristirahatan (Rest Area) dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kab.Indramayu
" Anggarannya nanti akan disusun oleh Tim Tekhnis namun kalau bisa akan diikuti juga dengan realisasi pembangunan Rest Area," lanjutnya.
Gapura perbatasan Ujunggebang dengan Desa,Tegal Taman yang sudah ada sebelumnya mengalami kerusakan akibat gapura tersebut sudah lapuk dimakan usia. Rencana pembangunannya akan dimasukkan dalam APBD tahun 2011.(Dedi Gunawan)
Kuwu Ujunggebang H. Daim, Rabu (4/6) menyatakan pembangunan gapura di daerah perbatasan selain berfungsi sebagai penunjuk batas wilayah juga berfungsi sebagai ajang promosi daerah.
" Dengan rancangan yang arsitekturnya menunjukkan karakteristik daerah, gapura juga bisa berfungsi sebagai ajang promosi bagi orang luar daerah yang melintas wilayah Ujunggebang," katanya.
H.Daim mejelaskan pembangunan gapura juga direncanakan akan diikuti dengan pembangunan tempat peristirahatan (Rest Area) dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kab.Indramayu
" Anggarannya nanti akan disusun oleh Tim Tekhnis namun kalau bisa akan diikuti juga dengan realisasi pembangunan Rest Area," lanjutnya.
Gapura perbatasan Ujunggebang dengan Desa,Tegal Taman yang sudah ada sebelumnya mengalami kerusakan akibat gapura tersebut sudah lapuk dimakan usia. Rencana pembangunannya akan dimasukkan dalam APBD tahun 2011.(Dedi Gunawan)
INDRAMAYU, Dedi Gunawan.com - Ratusan rumah nelayan di Kecamatan Sukra Desa.Ujunggebang Indramayu masih terendam banjir rob, Jumat (21/1). Namun, ketinggian air mulai menurun. Ketinggian air, kemarin, tinggal 30-40 sentimeter.
Catut, salah seorang nelayan di Desa Ujunggebang, Kecamatan Indramayu, mengatakan, meski sudah mulai surut, para nelayan masih waswas untuk kembali ke rumah. Pasalnya, mereka takut rob kembali menerjang, apalagi malam hari saat air laut pasang.
"Untuk sementara kami bertahan dulu di rumah kerabat yang aman. Takut nanti air pasang dan menerjang rumah," ujar Catut, saat ditemui sedang beres-beres di rumah.
Menurut Catut, banjir rob yang menerjang perkampungan tempat tinggalnya disebabkan oleh air laut pasang. Apalagi saat bulan purnama seperti sekarang ini.
Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi di perairan laut Jawa juga turut ambil bagian. Pasalnya ombak menjadi tinggi sehingga air laut naik ke daratan meski sebenarnya sudah ada dinding penghalang. Sementara di pesisir pantai Indramayu juga saat ini sedang dilanda hujan.
Asikin mengatakan, rob di daerah tempat tinggalnya sudah terjadi hampir dua pekan. Sejak angin kencang melanda, air laut langsung naik ke daratan melalui ombak.
Sebelumnya juga pernah terjadi rob besar, dalam kurun waktu berdekatan. Rob tersebut terjadi pada November dan Desember.
Selain menggenangi rumah, banjir rob juga menggenangi sejumlah bangunan sekolah di Ujunggebang . Akibatnya, siswa terpaksa libur untuk sementara.
"Untuk sementara ini anak sekolah libur dulu sampai air benar-benar surut dan bangunan sekolah aman," ujar Kuwu Ujunggebang, H.Daim.(Dedi gunawan)
Catut, salah seorang nelayan di Desa Ujunggebang, Kecamatan Indramayu, mengatakan, meski sudah mulai surut, para nelayan masih waswas untuk kembali ke rumah. Pasalnya, mereka takut rob kembali menerjang, apalagi malam hari saat air laut pasang.
"Untuk sementara kami bertahan dulu di rumah kerabat yang aman. Takut nanti air pasang dan menerjang rumah," ujar Catut, saat ditemui sedang beres-beres di rumah.
Menurut Catut, banjir rob yang menerjang perkampungan tempat tinggalnya disebabkan oleh air laut pasang. Apalagi saat bulan purnama seperti sekarang ini.
Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi di perairan laut Jawa juga turut ambil bagian. Pasalnya ombak menjadi tinggi sehingga air laut naik ke daratan meski sebenarnya sudah ada dinding penghalang. Sementara di pesisir pantai Indramayu juga saat ini sedang dilanda hujan.
Asikin mengatakan, rob di daerah tempat tinggalnya sudah terjadi hampir dua pekan. Sejak angin kencang melanda, air laut langsung naik ke daratan melalui ombak.
Sebelumnya juga pernah terjadi rob besar, dalam kurun waktu berdekatan. Rob tersebut terjadi pada November dan Desember.
Selain menggenangi rumah, banjir rob juga menggenangi sejumlah bangunan sekolah di Ujunggebang . Akibatnya, siswa terpaksa libur untuk sementara.
"Untuk sementara ini anak sekolah libur dulu sampai air benar-benar surut dan bangunan sekolah aman," ujar Kuwu Ujunggebang, H.Daim.(Dedi gunawan)
Pantai di Indramayu Rusak Akibat Abrasi
Abrasi pantai akibat kerusakan ekosistem di kawasan pesisir pantai utara Indramayu cukup parah dan merata. Kepala Kantor Lingkungan Hidup Indramayu Aep Surahman mengungkap, bila kondisi tidak segera ditangani, sejumlah infrastruktur, termasuk jalur lintasan utama pantura Jawa bakal terancam.
Sepanjang 114 kilometer daerah tersebut mengalami kerusakan kritis. Pesisir pantai telah tergerus sejauh 45 km dari garis pantai. Pihak Pemkab Indramayu dan Pemprov Jabar telah terus berupaya dengan melakukan penanaman bakau serta membangun pemecah gelombang di sejumlah wilayah. Namun bangunan pemecah gelombang ini pun belum optimal untuk mengurangi abrasi. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Abdur Rosyid Hakim menegaskan bahwa pembangunan pemecah gelombang di lokasi yang kritis menjadi prioritas pada tahun ini.
Aep menyebutkan bahwa solusi terbaik adalah penanaman vegetasi mangrove, seperti bakau. "Persoalannya banyak warga belum sadar akan manfaat vegetasi itu untuk penahan abrasi," ujarnya. Ia merujuk pada contoh, area hutan mangrove seluas 3 hektar di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, sekarang habis ditebangi. Hutan itu mestinya dikelola oleh Perum Perhutani. Juga rawa-rawa air payau di beberapa lokasi sudah gundul.
Selain mengalami abrasi, puluhan hektar hutan bakau di kawasan pantai Indramayu tersebut kini sebagian besar beralih fungsi menjadi tambak-tambak udang dan bandeng. Bahkan masyarakat pengelola tambak merasa dirugikan dengan keberadaan mangrove di sekitar tambak, yang dianggap menggangu luasan tambak mereka itu.
Aktivis Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu Robinson mengatakan, hutan pantai yang selama ini menjadi jalur hijau, sebagian hanya tinggal onggokan tonggak pohon bakau di tengah area tambak.dedigunawan_g@yahoo.com
Sepanjang 114 kilometer daerah tersebut mengalami kerusakan kritis. Pesisir pantai telah tergerus sejauh 45 km dari garis pantai. Pihak Pemkab Indramayu dan Pemprov Jabar telah terus berupaya dengan melakukan penanaman bakau serta membangun pemecah gelombang di sejumlah wilayah. Namun bangunan pemecah gelombang ini pun belum optimal untuk mengurangi abrasi. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu Abdur Rosyid Hakim menegaskan bahwa pembangunan pemecah gelombang di lokasi yang kritis menjadi prioritas pada tahun ini.
Aep menyebutkan bahwa solusi terbaik adalah penanaman vegetasi mangrove, seperti bakau. "Persoalannya banyak warga belum sadar akan manfaat vegetasi itu untuk penahan abrasi," ujarnya. Ia merujuk pada contoh, area hutan mangrove seluas 3 hektar di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, sekarang habis ditebangi. Hutan itu mestinya dikelola oleh Perum Perhutani. Juga rawa-rawa air payau di beberapa lokasi sudah gundul.
Selain mengalami abrasi, puluhan hektar hutan bakau di kawasan pantai Indramayu tersebut kini sebagian besar beralih fungsi menjadi tambak-tambak udang dan bandeng. Bahkan masyarakat pengelola tambak merasa dirugikan dengan keberadaan mangrove di sekitar tambak, yang dianggap menggangu luasan tambak mereka itu.
Aktivis Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu Robinson mengatakan, hutan pantai yang selama ini menjadi jalur hijau, sebagian hanya tinggal onggokan tonggak pohon bakau di tengah area tambak.dedigunawan_g@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)









