Kesuksesan orang lain diraih bukan dari malas dan berlaha-leha, namu dengan keringat tekat dan kerja keras.. dedi gunawan dan sundari gunawan
Rabu, 12 Juni 2013
UJUNGGEBANG BERGAYA - Nelayan di pesisir Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra telah mempersiapkan diri guna mengadakan acara pesta laut atau nadran yang dijadwalkan hari ini akan di buka. Sementara untuk ritualnya, direncanakan akan dilaksanakan, Minggu (16/6) lusa.
Ketua panitia pesta laut, Karya Mina melalui sekertarisnya ketika dihubungi Ujunggebang bergaya, Selasa (10/6) memastikan persiapan jelang nadran laut tahun 2013 oleh kepanitiaan dari unsur anggota pelelangan, sudah berjalan dengan baik. Selain ritual hajat bumi kaum nelayan, juga dipersiapkan hiburan rakyat.
Direncanakan, sambung dia, jelang sesi ritual nadra sebagai puncak agenda tahunan ini, panitia menyajikan pagelaran wayang kulit sebagai kesenian tradisional daerah pesisir laut utara Pulau Jawa. Kemudian, pada sesi pembuka nadran laut diawali kegiatan Dangdut Pantura Disponsory Gudang garam GG mild. "Kita juga mengundang Artis Ibu kota untuk mengisi Dangdut dan Band" ulasnya.
Untuk sesi penutup, tambahnya, nadran laut tahun ini dipastikan bakal mengundang pelaku seni hiburan orkes dangdut dari kalangan artis lokal. Panitia berharap, kondisi cuaca dan angin laut tidak menjadi halangan rencana nelayan untuk mengadakan kegiatan syukuran ini. "Ini merupakan kegiatan besar bagi kami. Bahkan rencananya beberapa politisi regional dari Jawa barat siap hadir menyaksikan pesta para nelayan di Ujunggebang
Ruat laut 2011 ujunggebang
Ujunggebang bergaya- Ikan bakar etong sebanyak seton (1.000 kilogram) turut memeriahkan Pesta Laut di tepi Pantai Wisata Tanjung Pura, Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu
Acara Pesta Laut, di Pantai Wisata Tanjung Pura yang diselenggarakan pada 15 Juni Sampai 16 Juni tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya karena ada acara pembakaran ikan bandeng sebanyak 1 ton secara bersamaan di tepi Pantai Tanjung Pura, kata salah seorang Panitia Pesta Laut, Amsory, kepada Ujunggebang bergaya, di Tanjung pua, Sabtu. Dan Minggu
Dikatakannya, perayaan Pesta Laut di Pantai Wisata Tanjung Pura pada tahun-tahun sebelumnya hanya digelar beberapa hiburan seperti dangdut, wayang Kulit dan hiburan Sandiwara.
Namun, kata Amsory, yang tetap dipertahankan dalam perayaan Pesta Laut dari tahun ke tahun ialah ritual pembuangan kepala kerbau ke tengah laut dengan dibawa satu perahu nelayan, dan diiringi sekitar 200 perahu nelayan lainnya.
Pada ritual yang dilakukan Minggu siang, Camat Sukra hadir dan ikut naik ke perahu nelayan ke tengah laut, untuk membuang kepala kerbau tersebut.
Menurut Camat Sukra, Teguh budiarso, ritual pembuangan kepala kerbau itu dilakukan setiap tahun sebagai simbol rasa syukur para nelayan Desa Ujunggebang kepada Tuhan.
Produksi dari laut Desa Ujunggebang itu sendiri beranekaragam, bermacam jenis ikan bisa diperoleh dari laut tersebut. Bahkan, para nelayan juga kerap mendapatkan udang ketika melaut di laut Desa Ujunggebang tersebut.
Ia mengatakan, ritual pembuangan kepala kerbau merupakan kepercayaan nelayan sejak dahulu, karena itu hingga kini ritual tersebut tetap dilakukan. Sedangkan pihak kecamatan menggabungkan perayaan itu dengan berbagai acara hiburan, bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung.Ujunggebang bergaya com
Selasa, 08 Januari 2013
INDAH NYA PESONA PANTAI BALI TANJUNG PURA DESA UJUNGGEBANG
Sungguh ini awalnya tempat pertama yang saya kunjungi di Ujung Genteng. Memang tempat pelelangan ikan ini tidak berbeda dari pelelangan ikan yang lain. Satu yang istimewa adalah ikan diperoleh langsung segar hasil tangkapan nelayan, biasanya di pagi hari. Jadi datanglah ke tempat pelelangan pada pukul 6.00 sampai 7.00 pagi, Anda akan mendapatkan ikan segar. Ikan yang terkenal di tempat ini yang merupakan hasil penangkapan terbaik di bandingkan tempat lain adalah ikan Layur yang sudah diekspor ke mancanegara diantaranya ke Korea dan Jepang.
Artikel
Jalan Jalan
Pesona Pantai bali tanjung pura ujunggebang, Wisata Alam dan Pantai
Keindahan alam dan pantai Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang
membuat saya sampai menyempatkan diri berwisata ke sampai 2
kali. Meski perjalanan dengan menginap sampai 1 - 2 malam sudah
termasuk panjang namun agenda acara wisatanya cukup padat, bahkan
rasanya perlu singgah lebih lama lagi.
Ada banyak lokasi wisata yang bisa
dikunjungi di sekitar Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang, dari mulai tempat pelelangan ikan,
pantai aquarium,, Ombak 7, , , pelayaran dg perahu nelayan, off road
dg motor/mobil, dan berselancar. Banyak lagi lokasi yang bisa
dikunjungi,, , ,Ujunggebang,tentunya bakar ikan segar di pinggir pantai Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang nan indah .
Perajalanan ke Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang bisa ditempuh
dari bermacam rute. Jalan paling sering dilalui dari arah Jakarta menuju
ke arah Indramayu, di Prempatan Sukra berbelok ke arah Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang sebelum Ujunggebang ke arah Utara.
menuju ke Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang. Jika mengamati perjalanan ini, dibandingkan
di jalan utama Jakarta Subang, anehnya di pedalaman jalannya meski
kecil, berbelok tetapi cukup mulus dan mempunyai
pemandangan indah yang bisa dilihat sehingga tidak bosan.
Tempat Pelelang Ikan
Sungguh ini awalnya tempat pertama yang
saya kunjungi di Pantai Bali Tanjung Pura Ujunggebang. Memang tempat pelelangan ikan ini tidak
berbeda dari pelelangan ikan yang lain. Satu yang istimewa adalah ikan
diperoleh langsung segar hasil tangkapan nelayan, biasanya di pagi
hari. Jadi datanglah ke tempat pelelangan pada pukul 6.00 sampai 7.00
pagi, Anda akan mendapatkan ikan segar. Ikan yang terkenal di tempat
ini yang merupakan hasil penangkapan terbaik di bandingkan tempat lain
adalah ikan Etong yang sudah diekspor ke mancanegara diantaranya ke
Korea dan Jepang.
Pelayaran dg perahu nelayan
Kami memang agak “gila”, memberanikan diri
menyewa perahu nelayan untuk mengarungi samudera. Ada beberapa nelayan
yang menyerah karena diperkirakan bisa membahayakan jiwa kami sebagai
wisatawan domestik. Ada memang wisatawan asing yang naik perahu nelayan
namun dalam jangkauan dekat dari pantai. Kami wisatawan domestik yang
suka menantang alias melakukan travelling yang ekstrim.
Samudera Indonesia di pantai Utara ini
adalah pantai yang tipenya langsung terjal di dekat -dekat pantai. Sudah
pernah terjadi, wisatawan yang tidak hati-hati tergulung ombak,
terseret dan digulung sampai dasar sebelum akhirnya hanya tinggal jasad.
Makanya disarankan untuk berhati-hati di pinggir pantai, disarankan
untuk menghindari berenang di tengah laut atau menaiki perahu nelayan ke
tengah. Namun demikian nelayan pantai Utara ini adalah nelayan yang
sangat tenang dan sudah teruji ganasnya samudera Indonesia. Bisa
dibayangkan ombak dari laut (seperti laut Jawa) yang dianggap dangkal
dibandingkan ombak dari Samudera Indonesia yang dalam dan berbatasan
dengan laut lepas. Ombak samudera pada saat tenang saja sudah besar dan
menakutkan apalagi pada saat ombaknya bergejolak, biasanya pada saat
pasang, hujan dan ada angin besar sungguh sangat menakutkan.
Kami tidak merekomendasikan untuk mengadakan
pelayaran dg perahu nelayan ini, meski kami sudah menjalaninya. Memang
mengasyikkan namun oenuh tantangan dan berisiko. Sehubungan risiko yang
mungkin terjadi, kami dikasih waktu jam berangkat jam 10.00 dan
diwanti-wanti jam 14.00 suka tidak suka mau tidak mau harus sudah sampai
ke pelabuhan nelayan Ujunggebang. Lebih dari jam 14.00
ombaknya sangat berbahaya dan berisiko tinggi.
Lokasi yang menjadi primadona Pantai Bali Tanjungpura Ujunggebang adalah ombak 7. Menurut nelayan, penamaan ini disebabkan pada
saat pasang dan ada angin besar akan ada 7 ombak besar yang bergulungan
secara beruntun memecah di kumpulan karang. Pemandangan 7 ombak itu
katanya sungguh amboooi. Kami tidak sempat melihat ke 7 ombak, kami
hanya melihat 2 ombak yang memecah karang. Kedua ombak yang memecah di
karang tersebut saja sudah indah apalagi 7 ombak yang memecah di waktu
pasang. Bahkan foto ombak 7 ini saya jadikan background untuk blog saya ujunggebang bergaya.com Indah bukan ?
Untuk melihat ombak 7 dapat ditempuh dengan 2
cara, pertama dengan perahu nelayan (tidak direkomendasikan) dan kedua
off road dengan penyewaan motor masyarakat sekitar. Menurut informasi
off road dengan motor juga mesti hati-hati, disarankan untuk yang muda
dan punya jiwa petualangan saja untuk mencapainya. Wisatawan lain
silahkan menikmati hasil jepretan foto-foto saja. :) dedi gunawan dan sundari gunawan
Inilah Kreativitas Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Inilah kreativias dalam mengucapkan Selamat Idul Fitri 1433 H by BBM dan SMS :
“Ayam kampung beli koran”
“Ya ampun 1 hari lagi mau lebaran”
“Makan dodol dibalik papan”
“belom afdol kalo belum maaf2an”
“Burung angsa di makan buaya”
“maafin segala dosa Ane yaa”.
Selamat menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1433 H,
Bersihkan hati, Sucikan jiwa.
Mohon Maaf Lahir & Batin. *** & keluarga
Dear my dearest friends, perkenankan sejumput kata ini. Tak seputih baju dinas
PERAWAT, tak sejernih CAIRAN INFUS, tak setajam JARUM SUNTIK, tak secepat AMBULANCE, tak sehangat INKUBATOR, tak terdeteksi dengan USG, tak
terdengar oleh STETOSKOP, tak terlihat dengan RONTGEN & CT SCAN, tak bisa terobati oleh ANTIBIOTIK, tak mampu menahan
sakit hati dengan ANASTESI, maafkan kesalahanku walau hanya sebesar PIL KB…”Karna Idul fitri Semakin Dekat”
Selamat Hari Raya Idul fitri 1 Syawal 1433 H,Mohon Maaf Lahir & Bathin… *** kel.
Air tak selalu jernih
┆begitu juga ucapanku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Kapas tak selalu putih
┆begitu juga hatiku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Langit tak selalu biru
┆begitu juga hidupku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jalan tak selalu lurus
┆begitu juga langkahku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jika Maaf itu bisa terucap hari ini
┆Untuk Apa menunggu hari raya. tiba?
┆Sedangkan hembusan Napas pun
┆Kita tak pernah tau kapan akan
┆Berhenti…
┆maka dari itu ku ingin Mohon Maaf atas
┆Kesalahan Kekhilafan maupun
┆Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
┆sengaja..yg membuat sakit hati kalian
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶.
. Sebelum ramadhan pergi
. Sebelum idul fitri datang
. Sebelum operator sibuk
. Sebelum SMS pending
. Sebelum pulsa habis
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆ Saya & KELUARGA
┆ mengucapkan
┆ MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN. (***)
Air tak selalu jernih,begitu juga
ucapanku…
Kapas tak selalu putih,begitu juga
hatiku…
Langit tak selalu biru,begitu juga
hidupku…
Jalan tak selalu lurus,begitu juga
langkahku…
Jika maaf itu bisa terucap hari ini…
untuk apa menunggpt esok…
sedangkan hembusan nafas kita pun tak tahu kapan berhenti….
maka dari itu MINAL AIDIN WAL FAIZIN,,,,mohon maaf lahir & batin…(***)
terkadang salah melihat
terkadang salah berucap
terkadang salah mendengar
terkadang salah berbuat
terkadang salah melangkah
terkadang salah prasangka
Walaupun tidak datang ke dan tanpa sbuah ataupun , via bbm ini saya mohon maaf atas segala kekhilafan
Selamat Hari Raya Idul Fithri H
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Minal ‘Aidin Wal Faizin (**** & Keluarga di Papua)
Dengan kerendahan hati & jiwa yg tulus mengucapkan :
♧♧°˚˚˚°♧♧♧°˚˚˚°♧♧
★☆┊┊☆★
Selamat Hari Raya IduL fitri
★☆┊┊☆★ ★☆┊┊☆★
☆°˚˚°★┊┊(*) (*)┊┊★°˚˚°☆
(*)
Kami Mengucapkan ;
♏ȋ̝̊ηαℓ αȋ̝̊ϑzȋ̝̊η ωαℓ fαȋ̝̊ϑzȋ̝̊η (*)
┊┊°˚˚°.☆°˚┊┊˚°★.°˚˚°┊┊
☆°˚˚°★┊┊(*) (*)┊┊★°˚˚°☆
♏õнõη ♏ααƒ ℓαнȋ̝̊r ϑαη ßαtȋ̝̊ηO:) ({}). (*** And Family) post.ndary gunawan and ujunggebang bergaya
“Ayam kampung beli koran”
“Ya ampun 1 hari lagi mau lebaran”
“Makan dodol dibalik papan”
“belom afdol kalo belum maaf2an”
“Burung angsa di makan buaya”
“maafin segala dosa Ane yaa”.
Selamat menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1433 H,
Bersihkan hati, Sucikan jiwa.
Mohon Maaf Lahir & Batin. *** & keluarga
Dear my dearest friends, perkenankan sejumput kata ini. Tak seputih baju dinas
PERAWAT, tak sejernih CAIRAN INFUS, tak setajam JARUM SUNTIK, tak secepat AMBULANCE, tak sehangat INKUBATOR, tak terdeteksi dengan USG, tak
terdengar oleh STETOSKOP, tak terlihat dengan RONTGEN & CT SCAN, tak bisa terobati oleh ANTIBIOTIK, tak mampu menahan
sakit hati dengan ANASTESI, maafkan kesalahanku walau hanya sebesar PIL KB…”Karna Idul fitri Semakin Dekat”
Selamat Hari Raya Idul fitri 1 Syawal 1433 H,Mohon Maaf Lahir & Bathin… *** kel.
Air tak selalu jernih
┆begitu juga ucapanku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Kapas tak selalu putih
┆begitu juga hatiku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Langit tak selalu biru
┆begitu juga hidupku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jalan tak selalu lurus
┆begitu juga langkahku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jika Maaf itu bisa terucap hari ini
┆Untuk Apa menunggu hari raya. tiba?
┆Sedangkan hembusan Napas pun
┆Kita tak pernah tau kapan akan
┆Berhenti…
┆maka dari itu ku ingin Mohon Maaf atas
┆Kesalahan Kekhilafan maupun
┆Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
┆sengaja..yg membuat sakit hati kalian
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶.
. Sebelum ramadhan pergi
. Sebelum idul fitri datang
. Sebelum operator sibuk
. Sebelum SMS pending
. Sebelum pulsa habis
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆ Saya & KELUARGA
┆ mengucapkan
┆ MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN. (***)
Air tak selalu jernih,begitu juga
ucapanku…
Kapas tak selalu putih,begitu juga
hatiku…
Langit tak selalu biru,begitu juga
hidupku…
Jalan tak selalu lurus,begitu juga
langkahku…
Jika maaf itu bisa terucap hari ini…
untuk apa menunggpt esok…
sedangkan hembusan nafas kita pun tak tahu kapan berhenti….
maka dari itu MINAL AIDIN WAL FAIZIN,,,,mohon maaf lahir & batin…(***)
terkadang salah melihat
terkadang salah berucap
terkadang salah mendengar
terkadang salah berbuat
terkadang salah melangkah
terkadang salah prasangka
Walaupun tidak datang ke dan tanpa sbuah ataupun , via bbm ini saya mohon maaf atas segala kekhilafan
Selamat Hari Raya Idul Fithri H
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Minal ‘Aidin Wal Faizin (**** & Keluarga di Papua)
Dengan kerendahan hati & jiwa yg tulus mengucapkan :
♧♧°˚˚˚°♧♧♧°˚˚˚°♧♧
★☆┊┊☆★
Selamat Hari Raya IduL fitri
★☆┊┊☆★ ★☆┊┊☆★
☆°˚˚°★┊┊(*) (*)┊┊★°˚˚°☆
(*)
Kami Mengucapkan ;
♏ȋ̝̊ηαℓ αȋ̝̊ϑzȋ̝̊η ωαℓ fαȋ̝̊ϑzȋ̝̊η (*)
┊┊°˚˚°.☆°˚┊┊˚°★.°˚˚°┊┊
☆°˚˚°★┊┊(*) (*)┊┊★°˚˚°☆
♏õнõη ♏ααƒ ℓαнȋ̝̊r ϑαη ßαtȋ̝̊ηO:) ({}). (*** And Family) post.ndary gunawan and ujunggebang bergaya
Jumat, 04 Januari 2013
nelayan UJUNGGEBANG
Nelayan Tradisional Butuh Intervensi
Celakanya, musim ini masa paceklik tersebut molor dari kebiasaan. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari satu tahun lamanya. Alhasil, 3-5 juta nelayan tradisional terjerembab ke lubang kemiskinan. Daya belinya pun melorot.
Ketua Departemen Organisasi dan Kader Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Indon Cahyono mengibaratkan kondisi mereka saat ini sudah lampu merah. "Mereka membutuhkan intervensi kebijakan. Misalnya, pemerintah memberikan bantuan," ujarnya, pekan lalu.
Indon membenarkan pemerintah memang mempunyai program modernisasi alat tangkap dengan cara memberikan 1.000 kapal modem sepanjangperiode 2010-2014. Namun, program itu hanya menyasar segelintir nelayan.
"Jika satu kelompok nelayan yang mengelola, katakanlah jumlah mereka 15 orang, berarti sumbangan 1.000 kapal tersebut hanya menyasar 15 ribu nelayan," jelasnya.
Padahal di negeri kepulauan ini, jumlah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan mencapai 3-5 juta jiwa. Dengan kondisi yang menekan, permasalahan paceklik nelayan sanggup memunculkan permasalahan sosial pelik.
Berdasarkan data produksi ikan di ujunggebang, salah satu pesisir kaya pelayan di Jawa, tangkapan ikan nelayan merosot dalam tiga tahun terakhir.
Jika pada 2008 jumlah produksi ikan masih menembus 5.311,4 ton pada tahun berikut merosot menjadi 3.667,2 ton. Pada 2010, total produksi ikannya hanya 2.123,3 ton. Selama periode tiga tahun tersebut,angka kehilangan produksi sampai setengah miliar rupiah.
Paceklik musim ini diperkirakan tidak akan menjadi hal pertama. Sebab jauh-jauh hari peneliti di berbagai pertemuan yang membahas isu kelautan memperingatkan krisis kelautan dan dampak perubahan iklim sudah di depan mata.
"Itu sebabnya, kondisi sekarang ini sudah masalah perut dan penyelesaiannya harus dengan program jangka pendek, misalnya pemberian bantuan pangan," kata dia.
Baru setelah itu, pemerintah mulai memikirkan program jangka menengah dan panjang bagi, nelayan. Bisa alternatif usaha lainnya seperti budi daya ikan perairan darat, sedangkan untuk istri nelayan diberikan pelatihan seperti pembuatan kerajinan sehingga mereka juga dapat mengembangkan usaha tanpa harus menggantungkan hidup dari hasil tangkapan. (LD/N-3)dedi gunawan dan sundari gunawan
kelompok nelayan MINA LESTARI UJUNGGEBANG
Dana
sudah kami terima dan kami langsung memanfaatkan untuk masing-masing
anggota kelompok sebagaimana kesepakatan pengajuan semula.” Hal
demikian disampaikan ajid, Ketua Kelompok Nelayan Mina Lestari kepada www.dedigunawan_g@com, Senin (31/12).
Menurut ajid, bantuan tersebut ditujukan untuk nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan. Dimana kelompok nelayan Mina Lestari dinilai pengelolaan usahanya baik.
“Sebab usaha dilakukan bersama-sama untuk saling menguntungkan, akan mendorong pemerintah untuk mudah memetakan kebutuhan dan dilemma para nelayan pesisir,” ungkapnya.
Sekretaris Mina Lestari sarip menjelaskan bahwa kelompok nelayan mereka sudah berjalan cukup lama. Mereka selalu menjalin hubungan baik dengan dinas terkait setempat, “Untuk saat ini, nelayan yang berhimpun dalam kelompok sebanyak 26 orang dari berbagai usia. Mereka mengandalkan kehidupannya sebagai nelayan. Kondisi cuaca dan kelengkapan alat tangkap yang tidak memadai, membuat kesejahteraan mereka sulit terangkat. Bantuan ini sangat bermanfaat mengatasinya.”
Dengan adanya bantuan dana usaha ini menurut Sarip, “Diharapkan anggota dapat meningkatkan hasil tangkap mereka dari sebelumnya. Otomatis jika hasil tangkap mereka memuaskan, tentu dengan sendirinya kesejahteraan mereka akan membaik. Begitu pula kelompok akan dapat lebih ditingkatkan usahanya dalam pengelolaannya ke depan.”
Bantuan dana 100 juta tersebut tidak diberikan tunai kepada masing-masing anggota. Akan tetapi pengurus kelompok akan memberikan dalam bentuk alat tangkap. Pemberian sesuai dengan pengajuan anggota sendiri sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan dan menjadi kendala dalam melakukan penangkapan mereka selama ini. Misalnya body biduak, mesin, jaring dan alat kotak pendingin ikan.
“Ketika dana kami terima, langsung kami belikan kepada alat tangkap. Karena spesifikasi yang dibutuhkan tak bisa didapat di pasaran, kami sampai sekarang masih menanti pesanan. Tetapi boleh dikatakan sudah 80 persen kini terealisasikan,” ujar Sarip menjawab pelaksanaan kucuran dana.
Baik Ajid dan Sarip mengatakan proses hingga diterima bantuan ini lebih kurang memakan waktu 6 bulan. Mereka mengharapkan, jika pengelolaan kelompok bisa berjalan dengan baik, akan memudahkan pemerintah daerah, baik kota maupun propinsi, termasuk pemerintah pusat, dalam memetakan masyarakat nelayan pesisir, dalam mengangkat perekonomian nelayan.
“Untuk Kecamatan Sukra Desa Ujunggebang blok Tanjungpura, banyak kelompok nelayan selain Mina Lestari Tapi ternyata hanya kami lah yang terpilih menerima bantuan dari 4 paket bantuan dari pusat untuk nelayan Kota Ujunggebang,” Ajid.
Menurut ajid, bantuan tersebut ditujukan untuk nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan. Dimana kelompok nelayan Mina Lestari dinilai pengelolaan usahanya baik.
“Sebab usaha dilakukan bersama-sama untuk saling menguntungkan, akan mendorong pemerintah untuk mudah memetakan kebutuhan dan dilemma para nelayan pesisir,” ungkapnya.
Sekretaris Mina Lestari sarip menjelaskan bahwa kelompok nelayan mereka sudah berjalan cukup lama. Mereka selalu menjalin hubungan baik dengan dinas terkait setempat, “Untuk saat ini, nelayan yang berhimpun dalam kelompok sebanyak 26 orang dari berbagai usia. Mereka mengandalkan kehidupannya sebagai nelayan. Kondisi cuaca dan kelengkapan alat tangkap yang tidak memadai, membuat kesejahteraan mereka sulit terangkat. Bantuan ini sangat bermanfaat mengatasinya.”
Dengan adanya bantuan dana usaha ini menurut Sarip, “Diharapkan anggota dapat meningkatkan hasil tangkap mereka dari sebelumnya. Otomatis jika hasil tangkap mereka memuaskan, tentu dengan sendirinya kesejahteraan mereka akan membaik. Begitu pula kelompok akan dapat lebih ditingkatkan usahanya dalam pengelolaannya ke depan.”
Bantuan dana 100 juta tersebut tidak diberikan tunai kepada masing-masing anggota. Akan tetapi pengurus kelompok akan memberikan dalam bentuk alat tangkap. Pemberian sesuai dengan pengajuan anggota sendiri sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan dan menjadi kendala dalam melakukan penangkapan mereka selama ini. Misalnya body biduak, mesin, jaring dan alat kotak pendingin ikan.
“Ketika dana kami terima, langsung kami belikan kepada alat tangkap. Karena spesifikasi yang dibutuhkan tak bisa didapat di pasaran, kami sampai sekarang masih menanti pesanan. Tetapi boleh dikatakan sudah 80 persen kini terealisasikan,” ujar Sarip menjawab pelaksanaan kucuran dana.
Baik Ajid dan Sarip mengatakan proses hingga diterima bantuan ini lebih kurang memakan waktu 6 bulan. Mereka mengharapkan, jika pengelolaan kelompok bisa berjalan dengan baik, akan memudahkan pemerintah daerah, baik kota maupun propinsi, termasuk pemerintah pusat, dalam memetakan masyarakat nelayan pesisir, dalam mengangkat perekonomian nelayan.
“Untuk Kecamatan Sukra Desa Ujunggebang blok Tanjungpura, banyak kelompok nelayan selain Mina Lestari Tapi ternyata hanya kami lah yang terpilih menerima bantuan dari 4 paket bantuan dari pusat untuk nelayan Kota Ujunggebang,” Ajid.
kelompok nelayan UJUNGGEBANG
“Dana sudah kami terima dan kami langsung memanfaatkan untuk masing-masing anggota kelompok sebagaimana kesepakatan pengajuan semula.” Hal demikian disampaikan ajid, Ketua Kelompok Nelayan Mina Lestari kepada www.dedigunawan_g@com, Senin (31/12).
Menurut ajid, bantuan tersebut ditujukan untuk nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan. Dimana kelompok nelayan Mina Lestari dinilai pengelolaan usahanya baik.
“Sebab usaha dilakukan bersama-sama untuk saling menguntungkan, akan mendorong pemerintah untuk mudah memetakan kebutuhan dan dilemma para nelayan pesisir,” ungkapnya.
Sekretaris Mina Lestari sarip menjelaskan bahwa kelompok nelayan mereka sudah berjalan cukup lama. Mereka selalu menjalin hubungan baik dengan dinas terkait setempat, “Untuk saat ini, nelayan yang berhimpun dalam kelompok sebanyak 26 orang dari berbagai usia. Mereka mengandalkan kehidupannya sebagai nelayan. Kondisi cuaca dan kelengkapan alat tangkap yang tidak memadai, membuat kesejahteraan mereka sulit terangkat. Bantuan ini sangat bermanfaat mengatasinya.”
Dengan adanya bantuan dana usaha ini menurut Sarip, “Diharapkan anggota dapat meningkatkan hasil tangkap mereka dari sebelumnya. Otomatis jika hasil tangkap mereka memuaskan, tentu dengan sendirinya kesejahteraan mereka akan membaik. Begitu pula kelompok akan dapat lebih ditingkatkan usahanya dalam pengelolaannya ke depan.”
Bantuan dana 100 juta tersebut tidak diberikan tunai kepada masing-masing anggota. Akan tetapi pengurus kelompok akan memberikan dalam bentuk alat tangkap. Pemberian sesuai dengan pengajuan anggota sendiri sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan dan menjadi kendala dalam melakukan penangkapan mereka selama ini. Misalnya body biduak, mesin, jaring dan alat kotak pendingin ikan.
“Ketika dana kami terima, langsung kami belikan kepada alat tangkap. Karena spesifikasi yang dibutuhkan tak bisa didapat di pasaran, kami sampai sekarang masih menanti pesanan. Tetapi boleh dikatakan sudah 80 persen kini terealisasikan,” ujar Sarip menjawab pelaksanaan kucuran dana.
Baik Ajid dan Sarip mengatakan proses hingga diterima bantuan ini lebih kurang memakan waktu 6 bulan. Mereka mengharapkan, jika pengelolaan kelompok bisa berjalan dengan baik, akan memudahkan pemerintah daerah, baik kota maupun propinsi, termasuk pemerintah pusat, dalam memetakan masyarakat nelayan pesisir, dalam mengangkat perekonomian nelayan.
“Untuk Kecamatan Sukra Desa Ujunggebang blok Tanjungpura, banyak kelompok nelayan selain Mina Lestari Tapi ternyata hanya kami lah yang terpilih menerima bantuan dari 4 paket bantuan dari pusat untuk nelayan Kota Ujunggebang,” Ajid.
Langganan:
Postingan (Atom)












